Jumat, 27 Mei 2022

Teringat Masa Lalu yang Menyakitkan

Hey kamu kenapa lagi sih ? Usap air mata yang membasahi pipimu. Sudah cukup, Cukup! mau sampai kamu akan seperti ini.  Yang sudah berlalu biarkanlah berlalu. Aku tau itu menyakitkan dan menyesakkan, peluk aku jika kau membutuhkannya. Aku akan selalu ada untuk menemanimu dan menenangkanmu.

 

Aku akan selalu menemanimu bukan karena aku kasihan melihatmu seperti ini, tapi aku berada disini atas keinginan diriku. Aku siap mendengarkan semua keluh kesah dan kesedihanmu tanpa menghakimi.

 

 

 




Minggu, 30 Januari 2022

Pengen Punya Tulisan Bagus Tapi Kok Malas Nulis !!!

Pembahasan Soal UN Matematika SMA IPA 2017 Part. 6

Pengen punya tulisan bagus tapi kok malas nulis, Kamu Sehat ??? 


Pengen tertawa terbahak-bahak rasanya ketika ada seseorang yang punya keinginan bisa membuat tulisan bagus tapi dia tidak pernah membuat tulisan atau malas nulis. Dan kau ingin tahu siapa orangnya, ya dia adalah diriku. Hadeh... itulah kata yang terucap sambil menghela nafas panjang dengan mimik muka mengkerut.


Untuk membuat tulisan yang bagus itu butuh proses dan waktu yang cukup lama. Tulisan yang bagus bukan hanya di liat dari isi tulisan tersebut tapi bagaimana cara menyampaikan informasi ke pembaca agar tetap melanjutkan membaca tulisan yang kamu buat tanpa ada rasa bosan sedikit pun.


Menulis adalah kegiatan sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang. Tapi untuk membuat tulisan yang bagus tidak semua orang bisa melakukannya. Kenapa hal itu bisa terjadi ? Jawabannya cuma satu, orang yang bisa membuat tulisan bagus mereka menulis setiap hari dan belajar sedikit demi sedikit hingga tulisan yang mereka buat menjadi bagus dan enak untuk dibaca.


Ngomomg-ngomong kenapa tulisan ini dibuat, ya karena sebagai pengingat gua untuk tetap rajin menulis. Mudah-mudahan kedepannya gua jadi rajin membuat tulisan di blog ini. Oke bye-bye

Minggu, 09 Januari 2022

RESOLUSI : Apa Rencanamu di Tahun 2022 ?

HP Android Termurah dan Termahal 2022

Tahun baru, semangat baru, rencana baru dan impian baru itu adalah salah satu kalimat yang sering terdengar ketika pergantian tahun. Semua orang termasuk diriku begitu semangat ketika memasuki awal tahun baru ini,  ada banyak rencana dan impian yang ingin ku capai di tahun baru ini salah satunya bisa menulis di blog setiap hari. 


Hari ini adalah hari kesepuluh di tahun 2022 dan ini adalah tulisan pertama ku diblog ini. Mungkin agak terlambat 10 hari tapi ini adalah langkah awalku untuk mencoba konsisten dalam menulis di blog ini. Dalam setahun kedepan konten di blog ini akan membahas seputar finansial dan sedikit curhat tentang kehidupan pribadi.


Tuh kan, gue bingung mau nulis apa lagi. Yah beginilah diri gue saat ini, terkadang suka bingung mau nulis lagi apa di blog ini. Padahal, gua udah pernah nulis artikel Tips Ampuh menulis bagi pemula dan di artikel itu udah dijelasin kalo pengen bisa nulis jangan dibikin ribet. Mulailah menulis seperti kamu ngobrol dengan orang lain, gunakan bahasa sehari-hari dan gak usah pusing mikirin tentang aturan baku menulis. Intinya Menulislah.

Senin, 08 November 2021

Gua Gak Tau

Ayo selesai kan, apa yang menghambatmu. 
Jangan berhenti, teruslah melangkah. 
Pundakmu terasa berat. 



Jumat, 08 Oktober 2021

83 HARI_BELAJAR SETIAP HARI

Ada banyak hal yang tidak ku mengerti di dunia ini dan aku pun bingung harus pergi kemana untuk mencari jawabannya. Mungkin sampai aku mati pun akan takkan pernah berhasil menemukan jawaban itu, tapi aku akan merasa senang jika hampir mendekati jawaban yang ku cari selama ini. 


Belajar setiap hari itu adalah hal yang akan kulakukan sepanjang hidupku. Aku tau ketika belajar sesuatu yang baru ada kesulitan-kesulitan yang harus kulalui untuk dapat menguasai hal yang ku inginkan. Ketika menghadapi moment demi moment kesulitan terkadang ada rasa senang dan terkadang juga ada rasa ingin menyerah. Aku tau hal itu tapi terkadang ketika mempelajari hal baru dan stuck dalam waktu yang lama rasanya aku ingin menyerah dan menghilang dari dunia.


Ketika stuck dalam mempelajari sesuatu rasanya pengen nangis kenapa aku tidak mengerti apapun yang ku pelajari dan timbul pikiran-pikiran negatif lainnya yang menyuruhku untuk berhenti. Apa yang sedang kau pelajari, untuk apa kau belajar ini, demi siapa kau belajar ini,  apa yang ingin kau perjuangkan, dan apakah dunia membutuhkannya ? mungkin itu adalah sederet pertanyaan yang akan muncul dikepalaku. 


Ada satu hal yang pasti kenapa aku mempelajari hal baru walaupun itu susah. Aku tau apa yang ku inginkan, aku tahu apa yang ku mau dan aku melakukan hal itu hanya untuk diriku sendiri. Ya aku belajar sepanjang waktu hanya untuk diriku sendiri. Mungkin terdengar egois tapi itu adalah kenyataannya. Jika aku tak bisa membantu diriku lepas dari kebodohan ini bagaimana aku bisa membantu orang lain. Sebelum kau membantu orang lain, bantulah dirimu terlebih dahulu. Kau bukan Tuhan yang siap membantu orang lain tanpa batasan.


Ketika kau ingin membantu orang lain lihat dirimu terlebih dahulu, jangan kau korbankan dirimu demi membantu orang lain. Oh bukan itu yang ku maksud. Mungkin akan ada yang salah mengartikannya. Untuk membantu orang lain, bantulah sesuai dengan kemampuanmu itulah yang ingin kusampaikan. Membantu orang lain sesuai dengan kesanggupan itu jauh lebih baik daripada kau membantu oranglain sampai kau mengorbankan diri itu sama halnya dengan bunuh diri. Boleh kau membantu orang lain sampai pol-polan jika hal itu dibolehkan oleh agama.

Belajar dan belajar, sepanjang hidup harus di isi dengan belajar. Belajar tak harus lewat sekolah, belajar tak harus lewat buku karena media belajar ada banyak macamnya. Apa tandanya seseorang dikatakan sudah belajar salah satu cirinya Dia telah berubah lebih baik dari hari kemarin. Ingat tanda seseorang telah belajar adalah bukan menjadi lebih baik dari orang lain tapi menjadi lebih baik dari dirinya dimasa lalu baik dalam hal pengetahuan maupun dalam hal perilaku. 


Tulisan ini aku buat sebagai bahan belajar. Ya aku sengaja membuat artikel ini sebagai bahanku belajar dalam menulis. Bukankah semua orang bisa menulis. Ya aku tau itu, tapi tidak semua orang bisa membuat tulisan. Aku menulis ini sebagai bahan latihan dalam menulis. Aku ingin mengetahui sejauh mana perkembanganku dalam dunia kepenulisan. Selain itu aku menulis juga ingin berbagi hal apa yang sudah ku pelajari dan ingin membantu orang lain dengan sedikit ilmu yang kumiliki. Jika tulisan yang aku buat bermanfaat bagi orang lain, aku merasa senang karena dapat membantu orang lain.



Ini adalah 83 hari menuju 2022. semoga aku bisa konsiten dalam membuat tulisan di blog ini



Rabu, 06 Oktober 2021

86 HARI_TERJERAT HUTANG

Hutang lagi...Hutang lagi. Udah bosan rasanya aku mendengar itu. Berhutang adalah pilihan terakhir dalam hidupku dan aku tidak ingin berhutang. Apapun kondisi hidup yang akan menimpaku sebisa mungkin aku tidak ingin berhutang jika merasa tak sanggup untuk membayarnya. Hutang memang menjadi sebuah solusi jika kita memiliki kemampuan untuk membayarnya. Tapi hutang juga akan menjadi sebuah bencana yang akan menghancurkanmu berkeping-keping jika kau tak sanggup untuk membayarnya. 


Sebelum kau memutuskan untuk berhutang baik kepada teman, keluarga, orang lain ataupun ke per bankkan pikirkanlah matang-matang rencana itu. Jika kamu salah perhitungan, hutang akan menjadi bencana yang akan menghancurkanmu. Sudah banyak kasus dan cerita orang yang berhutang dan kisahnya begitu tragis sampai ada yang bunuh diri. Sungguh mengerikan bukan. 


Di dalam bermasyarakat, berhutang merupakan hal biasa yang sering terjadi. Ketika seseorang sedang kepepet untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hutang seakan menjadi sebuah solusi jitu. Namun perlu diingat hutang adalah pilihan terakhir yang harus kamu ambil untuk mengatasi masalah keuanganmu. Berhutang bagi sebagian orang sudah menjadi candu. Orang yang sering berhutang dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biasanya akan berhutang lagi ke orang lain untuk menutupi hutangnya yang lain. 


Gali lobang tutup lobang itu adalah kata keren bagi para penghutang. Gali lobang tutup lobang hal itulah yang dilakukan orang tuaku khususnhya bapakku. Bapak ku dari sejak mudanya sudah memiliki kebiasan berhutang dan ini sudah sangat membahayakan. Kebiasan bapak ku tidak mau menghilang hingga di usia tuanya dan itu sungguh meresahkan. Hutang bapakku dimana-mana sudah menumpuk dan uang hasil dari menghutang itu hilang entah kemana karena tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Mungkin akan ada sedikit rasa lega jika hutang yang dilakukan bapakku untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi nyatanya uang itu digunakan untuk menyenangkan dirinya sendiri. Sudah cape rasanya melihat ibuku membayar hutang-hutang bapakku, dan kini aku pun ketiban sial karena membayar utang bapakku. Sudah di nasehatin tapi gak mempan. Rasanya orang ini harus diusir dari rumah.


Aku dan mamahku mungkin tidak akan keberatan jika bapakku punya banyak hutang asalkan di membayar hutang-hutangnya. Tapi kenyataannya berbeda dan aku sungguh kesal padanya. Sudah disebutkan bahwa jika kau tak sanggup membayar janganlah berhutang. Hutang akan membuatmu gelisah siang malam dan bikin tak nyenyak tidur.


Orang yang memiliki hutang seharusnya ketar-ketir dan berusaha untuk berkerja lebih maksimal agar mampu membayar semua hutang-hutangnya. Tapi yang dilakukan bapakku sungguh kebalikannya bukannya mikirin buat bayar hutangnya yang ada malah nyusahin keluarga. Etos kerja yang dimiliki bapakku sangat rendah. Dahulu aku berpikir mungkin seiring berjalannya waktu bapakku akan berubah tapi ternyata tetap saja begitu. Apakah ini memang tabiatnya, mungkin jawabannya iya.


Berbicara tentang kebiasan ada sebagian orang yang menyadari bahwa dirinya memiliki kebiasan buruk dan berusaha untuk menghilangkannya. Namun ada sebagian orang lagi yang lebih parah dia tak sadar bahwa dirinya memiliki kebiasan buruk. Orang yang tidak sadar ini yang membahayakan orang lain. Kebiasan buruk itu adalah salah satunya suka berhutang. Bagi yang punya kebiasan berhutang STOP jangan dilakukan lagi. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk salah satu persulit akses untuk melakukan kebiasan buruk dan permudah akses untuk melakukan kebiasaan baik. Dan jangan lupa untuk tetap memantau kebiasaanmu setiap harinya.


Sudah cukup tulisan kali ini, sebenarnya aku ingin menceritakan apa yang kejadian yang bikin aku kesal terkait terjerat hutang ini. tapi ya sudahlah. Ini adalah ceritaku 86 hari menuju 2022. tulisan ini sengaja dibuat untuk sebagai bahan pelajaran khusunya bagiku. 


Selasa, 05 Oktober 2021

87 HARI_Kematian dan Keputusasaan

 87 hari menuju 2022, Kamu kenapa lagi sih ? Apa yang pengen kamu cari dalam hidup ?

Entah mengapa hari ini aku tenggelam lagi dan larut dalam kesedihan yang mendalam. Hari-hari yang kulalui terasa berat dan menyesakkan. Kenangan masa lalu selalu saja terbayang mengahantui setiap langkahku. Aku ingin menyerah dan mati saja. 


Aneh rasanya aku berkata "Tuhan, aku menyerah dan ingin mati saja". Aku tahu diriku bukanlah orang yang seperti itu. Sudah banyak hal yang sulit yang terjadi dan menimpa diriku sejak aku kecil yang membuat diriku menjadi sedih dan kecewa tapi aku tetap bertahan. Di hari ini pertama kalinya aku berkata "Tuhan aku menyerah dan ingin mati saja". 


Saat ini tidak ada lagi yang kuharapkan dalam kehidupan, hanya kematian yang ingin aku tuju. Banyak orang yang takut mati karena merasa belum siap dan aku pun begitu. Menghadapi kematian aku pun sama belum siap terlebih dalam kondisiku saat ini. Aku hanyalah pendosa yang belum bisa mensyukuri kehidupan yang tuhan berikan padaku. 


Hidupku dari kecil sudah penuh cobaan dan hanya hal-hal buruk saja. Seharusnya dengan berjalannya waktu aku sudah terbiasa dengan hal ini karena inilah yang dinamakan kehidupan. Tapi di hari ini aku ingin berkata " Tuhan aku menyerah dan ingin mati saja". Hey....Ada apa denganmu dan kenapa kamu bilang begitu " Tuhan aku menyerah dan ingin mati saja" !.


Saat ini aku merasa lelah, cape dan merasa tidak berguna. Bukankah hal itu hal biasa yang menimpa setiap manusia. Iya, aku tau itu. Lalu kenapa ? Tapi rasa ini seakan-akan tidak hilang selama hampir 5 tahun ini. Aku seakan-akan kehilangan diriku dan apa tujuanku, semuanya terasa gelap dan aku merasa tak sanggup lagi melangkah. Itu adalah sepenggal perdebatan dengan diriku sendiri. 


Dulu ketika pertama kali sakit keras dan mungkin akan mati. Aku selalu berusaha dan bertekad ya tuhan sembuhkan penyakitku aku ingin mencapai semua mimpi-mimpiku dan selalu berusaha aku pasti sembuh dan aku pasti sehat kembali. Dan kisah lain ketika kecelakan hal yang sama pun aku berkata Tuhan selamatkanlah aku karena aku belum mencapai cita-citaku.


Ketika kecelakan ada satu momen dimana semuanya terasa kosong dan waktu terasa begitu lambat serta di tambah lagi ada penggalan-penggalan kisah yang telah kulalui dalam hidup ini, jika di ibaratkan seperti halnya menonton film di bioskop tapi film yang kau lihat adalah kehidupanmu sendiri. Pada saat itu aku berpikir oh cuma sampai disini saja kisahku dan rasanya begitu buruk kehidupanku selama ini.


Setelah semua momen itu yang kulalai untuk tetap bertahan hidup, kenapa hari ini aku begitu putus asa dan ingin mati saja ? Ada apa dengan diriku, apa yang salah ? Apa karena masalah orang tua, pekerjaan, percintaan dan kuliah ?. Aku tau itu berat, bertahanlah sebentar lagi dan aku berusaha untuk menenangkan diriku. 


Ini adalah ceritaku 87 hari menuju 2022. Tulisan ini aku buat sebagai diary dan aku ingin melihat sejauh mana perubahan yang terjadi dalam hidupku. Tulisan ini juga kujadikan sebagai pembelajaran dalam hidupku untuk senantiasa selalu  bersyukur atas setiap nikmat yang telah Tuhan berikan padaku. Saat ini aku sedang berusaha dan mencoba membahagiakan diriku sendiri agar tidak larut dalam kesedihan. Aku sadar setiap peristiwa yang menimpa diriku semuanya itu baik dan saat ini aku sedang berusaha menerimanya.


Saat ini aku sedang mencoba learn, unlearn dan relearn dalam setiap kehidupan. Aku tau saat ini aku dalam keadaan down dan aku berusaha bangkit dari kondisiku saat ini. Seiring berjalannya waktu aku pasti bisa menjadi lebih baik. Dan mungkin di masa depan, ketika aku membaca kembali tulisan ini akan tertawa  melihat diriku sendiri. Oh ternyata dulu aku seperti ini dan aku akan berterima kasih kepada diriku yang dulu karena sudah mau berjuang dan berusaha untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik. Peluk hangat untuk diriku sendiri